BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Sabtu, 21 Maret 2015

Romantis Yang Tragis

Aku membuat kisah panjang tentang dirimu, di dalamnya kuselipkan aku. Kita menjadi tokoh utama namun tak pernah sesungguhnya menjadi kita. Dalam nyata, aku dan kamu tetap dua kata, dua objek yang tak pernah jadi satu.

Tapi kisah yang kutulis begitu indah. Kita adalah kita. Dua yang menjadi satu, sesuai inginku. Tak peduli seberapa kuat kau menolak hadirku di hatimu, kisah ini tetap kulanjutkan, sesuai inginku. Aku menjelma jadi idola dalam bidang sastra, meski tak pernah jadi idola di hatimu.

Novel percintaan paling romantis sepanjang masa yang mendapat banyak penghargaan itu adalah karyaku. Padahal di balik kisahnya, ada luka menganga abikat ulahmu. Jangankan membaca, menerima dan menyimpannya pun kau tak pernah mau.

Celoteh dalam aksara

Waktu masih kanak-kanak kau membuat perahu kertas dan kau layarkan di tepi kali;
alirnya Sangat tenang, dan perahumu bergoyang menuju lautan.
 
“Ia akan singgah di bandar-bandar besar,” kata seorang lelaki tua. Kau sangat gembira, pulang dengan berbagai gambar warna-warni di kepala. 
Sejak itu kau pun menunggu kalau-kalau ada kabar dari perahu yang tak pernah lepas
dari rindu-mu itu.
 
Akhirnya kau dengar juga pesan si tua itu, Nuh, katanya, 
“Telah kupergunakan perahumu itu dalam sebuah banjir besar dan kini terdampar di sebuah bukit.” 

Perahu Kertas

Hari ini aku bermimpi.
Aku bermimpi menuliskan buku dongeng pertamaku.
Sejak kamu membuatkanku ilustrasi-ilustrasi ini, aku merasa mimpiku semakin dekat.
Belum pernah sedekat ini.
Hari ini aku juga bermimpi.
Aku bermimpi bisa selamanya menulis dongeng.
Aku bermimpi bisa berbagi dunia itu bersama kamu dan ilustrasimu.
Bersama kamu, aku tidak takut lagi menjadi pemimpi.
Bersama kamu, aku ingin memberi judul bagi buku ini.
Karena hanya bersama kamu, segalanya terasa dekat, segala sesuatunya ada, segala sesuatunya benar. Dan Bumi hanyalah sebutir debu di bawah telapak kaki kita.
Selamat ulang tahun.

(Perahu Kertas, Dee Lestari)

Kamis, 19 Maret 2015

Love is ❤

Apa yang kita ingat dari kenangan -kenangan yg terekam oleh kita
Nama tempat, nama permainan, nama teman, atau kejadian?
Adalah hal hal yg mungkin lambat laun mungkin bisa terlupa
Tapi tidak dengan rasa
Rasa senang, Rasa sedih yang akan terus kita bawa
tanpa mudah tercecer di sepanjang perjalanan kita
Dan semakin kita dewasa,
kita akan menyadari
bahwa diantara kenangan kenangan tersebut
ada satu rasa yg paling besar
yaitu cinta
Karena ketika satu persatu cerita berhenti dan menjadi kenangan
Cinta terus bergerak seiring harapan yg menyertai dia
Cinta yg tak terlihat oleh mata,
tak teraba oleh tangan,
tapi dia ada..
Bahkan sejak kita belum bisa mengucapkannya
Cinta yg sejati
cinta yg ketika kira sudah pergi
ternyata cuma bersembunyi menunggu untuk kembali lagi